Lewat Manusia Gua Berusia 7 Ribu Tahun, Diketahui Gen Versi Afrika Tentukan Pigmentasi Orang Eropa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 28 Januari 2014, 11:43 WIB
Lewat Manusia Gua Berusia 7 Ribu Tahun, Diketahui Gen Versi Afrika Tentukan Pigmentasi Orang Eropa
rmol news logo . Ada transformasi ras tahap pertama pada kerangka manusia kuno yang ditemukan di pegunungan setinggi 5.000 kaki sebelah barat laut Spanyol. Kerangka tersebut diberi nama La Brana 1 yang ditemukan tahun 2006 silam.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, La Brana 1 yang merupakan manusia gua yang diperkirakan berusia 7.000 tahun tersebut memiliki jejak evolusi genetik manusia. 

Berdasarkan analisis DNA terhadap gigi kerangka yang dilakukan oleh tim peneliti, La Brana 1 memiliki kombinasi gen Afrika dan Eropa. Hal tersebut terlihat dari matanya yang berwarna biru dan kontras dengan corak kulit dan rambutnya yang berwarna gelap.

Adanya percampuran ciri Afrika dan Eropa pada La Brana 1 tersebut menunjukkan bahwa transformasi ras manusia yang terlebih dahulu muncul adalah perubahan warna mata, sebelum adanya perubahan warna kulit.

Penelitian tersebut dilakukan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Charles Lalueza-Fox dari Institute of Evolutionary Biology di Barcelona.

"Kejutan terbesar adalah menemukan bahwa individu tersebut memiliki gen versi Afrika yang menentukan pigmentasi ringan dari orang Eropa saat ini," jelas Charles.

"Bahkan lebih mengejutkan adalah ketika menemukan bahwa ia memiliki variasi genetik yang menghasilkan mata berwarna biru," lanjutnya.

La Brana 1 merupakan satu dari dua kerangka manusia utuh yang ditemukan dari penggalian yang dilakukan di gua La Brana-Arintero Leon, Spanyol. Tim peneliti memusatkan penelitian pada jasad La Brana 1 karena dianggap memiliki kondisi kerangka yang lebih baik dari pada La Brana 2.

Kedua kerangka manusia tersebut diperkirakan telah berusia 7.000 tahun. Mereka diperkirakan hidup pada periode Mesolithik, yakni periode di mana pengembangan pertanian dan peternakan telah muncul di wilayah Timur Tengah.

Dalam kesimpulannya, para peneliti menyebut bahwa hasil penelitian tersebut menunjukkan penyebaran adaptif pigmentasi alel (varian genetik) yang terkait perubahan warna kulit tidak lengkap dalam beberapa populasi Eropa di periode Mesotlithik dan bahwa penyebaran alel yang terkait dengan perubahan warna mata telah terlebih dahulu terjadi sebelu adanya perubahan warna kulit.

Demikian seperti diberitakan Dailymail pada Senin (27/1). [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA