
. Warha Nahdhatul Ulama (NU), dan umat Islam secara umum, diminta melaksanakan salat ghaib dan membaca tahlil.
Hal ini sebagai bentuk penghormatan kepada Rais Aam PBNU, KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudz, yang meninggal dunia pada Jumat dinihari tadi (24/1).
Instruksi tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PBNU, Muhammad Sulthan Fatoni. Menurut Sulthan, di masjid An Nahdlah, kompleks Gedung PBNU Jakarta, juga akan digelar tahlil selama 7 hari.
Kiai Sahal yang lahir pada 17 Desember 1937 tersebut rencananya akan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Waliyullah Mbah Mutakkin, pagi ini sekitar pukul 09.00 WIB.
"Tepatnya di sebelah makam Kiai Abdullah Salam, paman Kiai Sahal yang sekaligus salah satu pembimbingnya hingga menjadi ulama besar seperti sekarang," demikian Sulthan sebagaimana dilansir
JPNN.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: