Kejagung Didesak Tuntaskan Korupsi BJB

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 23 Januari 2014, 21:04 WIB
rmol news logo Mahasiswa dari Front Mahasiswa Nusantara (Fromnas) menggeruduk Gedung Kejaksaan Agung dan Otoritas Jasa Keuangan Bank Indonesia, Kamis (23/1). Dalam aksinya para mahasiswa mendesak penuntasan kasus dugaan korupsi pengadaan Gedung T-Tower Bank Jabar-Banten.

"Mendesak Kejaksaan Agung segera menuntaskan kasus korupsi Bank Jabar Banten tanpa adanya diskriminasi dalam penetapan tersangka," kata Koodinator Fromnas Muhammad Rozi di sela aksi di Kejagung.

Dia meminta Kejagung tidak diskriminatif dalam penetapan tersangka. Mengingat, kata dia, besarnya nilai korupsi ini tidak mungkin dilakukan oleh satu orang yang mengambil kebijakan.

"Kemana pihak-pihak lainnya yang secara jelas terlibat dalam pengadaan Gedung T-Tower tersebut," katanya.

Ia menambahkan, sebagaimana informasi yang berkembang di internal BJB, Direktur Utama BJB saat ini Bien Subiantoro, patut diduga tidak lulus Fit and Proper Test yang dilaksanakan BI.

"Untuk itu yang bersangkutan diberikan kesempatan maksimal 10 hari kerja memberikan jawaban kepada Bank Indonesia atau paling lambat awal Januari 2014," jelasnya.

Karena Fit and Proper Test BI berada di bawah pengawasan OJK, dia menyayangkan sampai saat ini OJK belum mengumumkan hasil  yang sebenarnya.

"Diduga selama ini Bien Subiantoro sesumbar bahwa yang bersangkutan dekat dengan Ketua DK OJK dan Gubernur BI, jadi apapun hasilnya Fit and Proper Test BI tersebut pasti lulus," kata dia.

Fromnas mendukung langkah-langkah pengawasan dan penertiban yang dilakukan oleh BI dan OJK. Antara lain soal audit khusus yang dilakukan oleh BI terhadap BJB, sanksi yang diberikan oleh BI kepada pihak Eksekutif dan Direksi BJB.

"Adanya dugaan kedekatan Dirut BJB dengan Gubernur BI dan Ketua DK OJK, jangan menyebabkan BI tidak objektif sehingga dapat terjadi KKN," ungkapnya. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA