Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto menilai, Gus Dur memang menjadi ikon dari NU dan memiliki karisma yang sangat mengakar dalam komunitas Nahdliyin. Karenanya tidak terhindarkan ikon Gus Dur dipolitisasi oleh partai politik.
"Sebenarnya sah-sah saja orang menyangkut-nyangkutkan diri atau partinya dengan Gus Dur, tapi selama itu proporsional. Hal serupa juga terjadi pada sosok Soekarno," katanya dalam diskusi Bulanan Persatuan Wartawan Indonesia Reformasi (PWIR) dengan tema Pemilu 2014 dan Masa Depan Polik Kita di Condet Jakarta Timur (Kamis, 16/1).
Gun Gun menilai, tokoh-tokoh besar seperti Gus Dur mempunyai pengaruh besar yang dapat diusung dalam aktivitas partai politik. Namun, Gun Gun mengingatkan langkah-langkah yang dilakukan partai politik, jangan sampai upaya penggiringan dengan mengusung tokoh seperti Gus Dur melukai pihak lain, khususnya untuk keluarga Presiden RI keempat itu.
"Dampaknya berbahaya dan bisa menimbulkan kemarahan dan kekecewaan. Harus proporsional," kata dia.
Gun Gun mengatakan, jangan sampai partai politik menunggangi ikon tertentu dan melakukan penggiringan dengan testimoni yang mengatasnamakan tokoh tersebut.
"Memang tak terhindari adanya politisasi, karena beliau punya referend power. Maksudnya gini saya dibelakangnya ada foto Bung Karno, atau saya dibelakangnya ada foto Gus Dur, mereka dengan sendirinya menjadi referend power," katanya.
[dem]