MENGENANG MALARI

Hariman Siregar, Bapaknya Kaum Pergerakan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 15 Januari 2014, 08:55 WIB
rmol news logo . Demo anti modal asing pada 15 Januari 1974, yang kemudian dikenal sebagai Malari (Malapetaka lima belas Januari), tidak bisa terlepas dari sosok Hariman Siregar. Hariman bukan sekedar seorang aktivis, tapi juga bisa dikatakan sebagai bapaknya kaum pergerakan.

"Jiwanya selalu muda, dan ia tidak pernah menunjukan bahwa dia adalah seorang aktivis senior. Ia selalu menanamkan semangat berkawan yang tinggi kepada para aktivis muda," kata Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Lamen Hendra Saputra, beberapa saat lalu (Rabu, 15/1).

Lamen mengenal Hariman sekitar empat tahun lalu. Meski terlihat keras, hati Hariman sangat baik dan senang sekali membantu anak muda. Hariman pun menjadi tempat berbagi pengalaman, tempat bertanya, dan selalu memberi jalan keluar.

"Pikiran-pikiran Hariman itu sangat maju, dalam diskusi yang saya ikuti selama empat tahun ini, suatu keadaan atau apa yang akan terjadi besok ia bisa ketahui seperti peramal tapi ilmiah," ungkap Lamen.

Lamen pun senang sebab, sejak menjadi mahasiswa di era Soeharto sampai era SBY, semangat kecintaan Hariman terhadap Indonesia sangat besar. Hariman sangat percaya jika negeri ini dikelola oleh orang yang benar maka akan menjadi negara yang sangat besar, serta tidak perlu selalu  menggantungkan diri kita kepada asing.

"Kita tidak melarang modal asing masuk ke Indonesia tapi jangan sampai modal asing tersebut mendominasi dan membabi buta sehingga merugikan rakyat Indonesia," demikian Lamen. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA