"Apakah mau para capres lain bertarung menghabiskan uang triliunan tapi kalkulasi politik menampakkan kekalahan dengan munculnya Jokowi," kata inisator Manifesto Kader dan Simpatisan PDI Perjuangan Pro Jokowi, Fahmi Alhabsyi, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 15/1).
Bila Jokowi dipastikan maju sebelum pileg, lanjut Fahmi, maka bisa-bisa capres lain mundur dan tercipta sejarah bahwa pilpres diikuti satu paket. Pilpres satu paket ini sejalan dengan nilai demokrasi yang diajarkan Bung Karno karena seakan-akan tercipta musyawarah mufakat.
Disinggung soal loyalitas, Fahmi menegaskan tetap loyal pada partai. bahkan agenda mendesak pencapresan Jokowi sebelum pileg ini bagian dari hasil dialog dan masukan setelah keliling daerah, jauh sebelum instruksi harian Megawati untuk berdialog kepada semua elemen bangsa untuk menjadikan PDI Perjuangan sebagai rumah besar kaum nasionalis.
"Kami ingin rumah besar ini tidak sepi pada Pileg 2014. Dan ketika dialog dengan berbagai elemen rakyat, di tengah ketidakpastikan pencapresan Jokowi, mereka memilih menunggu di halaman rumah saja," demikian Fahmi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: