"PDI Perjuangan bisa menang telak dan selain mendapat posisi presiden, juga bisa menguasi pimpinan DPR, kabinet. Dengan demikian, ideologi Sukarno dan marhaen dapat digelorakan dalam berbagai kebijakan pro-rakyat," kata inisator Manifesto Kader dan Simpatisan PDI Perjuangan Pro Jokowi, Fahmi Alhabsyi, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 14/1).
Menurut Fahmi, langkah mencalonkan Jokowi sebagai capres sejak awal jauh lebih strategis dibandingkan dengan sekedar meminta para caleg untuk bekerja keras. Dan tentu saja, kemenangan dengan hasil fantastik ini sangat diidamkan partai ideologis manapun yang ada di dunia.
Fahmi menegaskan bahwa pencapresan Jokowi sebelum pileg memungkinkan dapat menjadi apa yang disebut Bung Karno sebagai
Samenbundelling Van Alle Reformatie Krachten, atau bersatunya seluruh kekuatan reformasi di era sekarang.
"Elit DPP pasti lebih cerdas dibanding kader dan simpatisan partai dalam membaca realitas ini. Jadi keraguan mencalonkan sebelum Jokowi pileg akan dibaca publik apa ada udang di balik bakwan," demikian aktivis UI 98 ini.
[ysa]
BERITA TERKAIT: