Kehadiran Jokowi dalam Pilpres Perkuat Konsolidasi Demokrasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 09 Januari 2014, 11:48 WIB
Kehadiran Jokowi dalam Pilpres Perkuat Konsolidasi Demokrasi
jokowi/net
rmol news logo . Kehadiran Jokowi dalam Pilpres 2014 memperkuat konsolidasi demokrasi Indonesia di masa datang. Sebab selama ini belum ada  presiden yang muncul dari penempaan kawah candradimuka. Jokowi hadir tidak ujug-ujug, melainkan melalui karier kepemimpinan di daerah.

"Ini akan memotivasi pemimpin daerah lain bupati dan gubernur untuk melakukan yang terbaik untuk rakyat daerahnya masing masing, karena rakyat siap memberikan 'hadiah' jabatan presiden atas prestasi mereka," kata inisiator kader dan simpatisan PDI Perjuangan Pro-Jokowi, Fahmi Alhabsy, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 9/1).

Hal lain yang juga menarik dan positif, ungkap Fahmi, adalah terkait dengan geopolitik. Di dunia inetrnasional, muncul tren politik anomali. Misalnya saja publik Amerika Serikat (AS) yang memilih kembali Obama, presiden berkulit hitam. Obama berasal dari Partai Demokrat yang cenderung lebih nyaman dengan pemimpin sipil untuk memperkuat agenda civil society moderat yang menjadi benchmark demokrasi AS. Berbeda dengan Republik yang "hobi perang"  dan lebih "nyaman" menyodorkan pemimpin dari kalangan militer untuk jalankan agenda pemberantasan teroris dunia .

"Jadi tidak usah kaget bila media luar negeri menyukai jokowi juga karena arah tren politik global suka model gaya kepemimpinan seperti Jokowi," ungkap Fahmi.

Fahmi pun menilai dukungan luas pada Jokowi ini merupakan manifestasi dari kehendak rakyat secara umum yang menghendaki ada pelayanan birokrasi yang lebih baik. Perlu dicatat, 85 persen APBN berasal dari pajak rakyat. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA