Kenaikan Harga LPG Modus Pencitraan SBY!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 06 Januari 2014, 15:53 WIB
Kenaikan Harga LPG Modus Pencitraan SBY<i>!</i>
presiden sby/net
rmol news logo . Kenaikan LPG di awal tahun 2014  jelas sangat politis dan syarat kepentingan.

Menurut Ketua presidium PP Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Lidya Natalia Sartono, kenaikan harga LPG ini sekedar pencitraan rezim SBY. Hal ini misalnya terlihat dari rapat terbatas yang digelar SBY di Bandara Halim Perdana Kusuma, yang mau memberikan kesan Indonesia dalam kondisi yang sekarat.

Namun, Lidya mengingatkan, kenaikan harga LPG ini sebenarnya sudah diketahui oleh SBY. Lalu, SBY seakan-akan aspiratif dengan aksi dan reaksi masyarakat yang menolak kebijakan ini, dan besar kemungkinan SBY akan menurunkan harganya sehingga mendapat simpati publik.

"Ini bisa digolongkan sebagai politik pencitraan dan pembohongan terhadap publik guna menaikan elektabilitas partai politik tertentu," kata Lidya beberapa saat lalu (Senin, 6/1).

Tentu saja, lanjut Lidya, PMKRI menyerukan kepada SBY untuk menghentikan politik pencitraan ini. SBY tidak perlu lagi menjebak rakyat demi kepentingan politik sesaat untuk mencapai kekuasaan. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA