Meski Kurang Diminati, Perangkat Pintar Wearable Terus Dikembangkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 06 Januari 2014, 12:25 WIB
Meski Kurang Diminati, Perangkat Pintar <i>Wearable</i> Terus Dikembangkan
GOOGLE GLASS/REUTERS
rmol news logo Perangkat komputer pintar yang dapat digunakan atau menempel dengan manusia (wearable) seperti Google Glass (berbentuk kacamata) dan Samsung Galaxy Gear Watch (berbentuk jam tangan) mungkin belum menjadi perangkat teknologi yang diminati pasar saat ini. Namun, hal tersebut tidak menghentikan program pengembangan teknologi mobile semacam itu.

CEO pembuat permaianan di ponsel Glu Mobile, Niccolo DeMasi membandingkan potentensi perangkat canggih wearable tersebut dengan peluncuran iPhone Inc pada tahun 2007. Pada tahun 2007, peluncuran iPhone tersebut menjadi katalisator untuk menciptakan dunia aplikasi mobile yang ada seperti saat ini. Begitu pun dengan perangkat pintar wearable.

DeMasi bertaruh bahwa dengan mengembangkan aplikasi menarik yang dirancang dengan fitur-fitur khusus, perangkat wearable dapat menciptakan permintaan besar bagi produk tersebut di masa depan.

Sementara itu CEO pembuat permainan dari Mind Pirate, Shawn Hardin yang akan merilis permainan pertama di Google Glass bernama 'Global Food Fight' pada bulan ini menyebut bahwa perangkat pintar wearable akan membawa ekosistem aplikasi baru dalam dunia teknologi.

"Keseluruhan ekosistem aplikasi baru akan segera lahir,"kata Shawn Hardin.

Ia menyebut bahwa pasar untuk aplikasi game mobile semacam itu diperkirakan akan tumbuh menjadi 17 miliar dolar AS pada tahun ini dan diperkirakan akan menyulut pertumbuhan di tahun-tahun mendatang.

Perangkat pintar wearable pada dasarnya berfungsi sebagai mini-komputer, terutama yang dapat terkait di pergelangan tangan atau digunakan di wajah, sekalipun di masa depan tidak menutup kemungkinan dapat dikembangkan agar mampu digunakan di sejumlah bagian tubuh lainnya.

Dalam pengembangan aplikasi perangkat tersebut, para pembuat program fokus pada pengembangan fungsi perintah suara, GPS, giroskop, kompas, dan kemampuan mengakses wifi. Aplikasi untuk perangkat pintar wearable tersebut dibuat berbeda dengan aplikasi konvensional yang biasanya digunakan dengan layar sentuh.

Sekalipun tingkat penjualan perangkat pintar wearable masih lambat namun perusahaan riset Juniper Reaserach memperkirakan lebih dari 130 juta perangkat dapat digunakan pada tahun 2018.

Google glass sendiri diperkirakan akan diluncrukan dalam skala besar tahun ini. Sejauh ini, perangkat Google Glass yang dipasarkan merupakan versi percobaan pengguna (user-testing) yang dijual dengan harga sekitar 15 ribu dolar AS dan sekitar 15 ribu pengembang serta konsumen telah terdaftar untuk mengambil bagian dalam program awal Google Glass.

Untuk diketahui, Google Glass adalah perangkat komputer pintar wearable berupa kacamata yang tengah dikembangkan oleh Google. Google Glass dapat menampilkan informasi dalam format hands-free smartphone yang dapat terhubungan dengan internet melalui perintah suara. Selain itu, terdapat sejumlah fitur lainnya yang ditanam dalam perangkat tersebut seperti informasi jam, suhu, kalender dan bahkan kamera dengan perintah suara.

Sementara itu Samsung Galaxy Gear Watch adalah perangkat pintar wearable berupa jam tangan yang diproduksi oleh perusahaan asal Korea Selatan, Samsung Electronik. Di dalam jam tangan tersebut tertanam sistem operasi android yang dapat difungsikan selayaknya ponsel maupun tablet pintar Samsung yang berbasis android lainnya. Demikian seperti dikabarkan Reuters.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA