CEO pembuat permaianan di ponsel Glu Mobile, Niccolo DeMasi membandingkan potentensi perangkat canggih
wearable tersebut dengan peluncuran
iPhone Inc pada tahun 2007. Pada tahun 2007, peluncuran
iPhone tersebut menjadi katalisator untuk menciptakan dunia aplikasi
mobile yang ada seperti saat ini. Begitu pun dengan perangkat pintar
wearable.
DeMasi bertaruh bahwa dengan mengembangkan aplikasi menarik yang dirancang dengan fitur-fitur khusus, perangkat
wearable dapat menciptakan permintaan besar bagi produk tersebut di masa depan.
Sementara itu CEO pembuat permainan dari Mind Pirate, Shawn Hardin yang akan merilis permainan pertama di
Google Glass bernama '
Global Food Fight' pada bulan ini menyebut bahwa perangkat pintar
wearable akan membawa ekosistem aplikasi baru dalam dunia teknologi.
"Keseluruhan ekosistem aplikasi baru akan segera lahir,"kata Shawn Hardin.
Ia menyebut bahwa pasar untuk aplikasi game mobile semacam itu diperkirakan akan tumbuh menjadi 17 miliar dolar AS pada tahun ini dan diperkirakan akan menyulut pertumbuhan di tahun-tahun mendatang.
Perangkat pintar wearable pada dasarnya berfungsi sebagai mini-komputer, terutama yang dapat terkait di pergelangan tangan atau digunakan di wajah, sekalipun di masa depan tidak menutup kemungkinan dapat dikembangkan agar mampu digunakan di sejumlah bagian tubuh lainnya.
Dalam pengembangan aplikasi perangkat tersebut, para pembuat program fokus pada pengembangan fungsi perintah suara, GPS, giroskop, kompas, dan kemampuan mengakses
wifi. Aplikasi untuk perangkat pintar
wearable tersebut dibuat berbeda dengan aplikasi konvensional yang biasanya digunakan dengan layar sentuh.
Sekalipun tingkat penjualan perangkat pintar
wearable masih lambat namun perusahaan riset Juniper Reaserach memperkirakan lebih dari 130 juta perangkat dapat digunakan pada tahun 2018.
Google glass sendiri diperkirakan akan diluncrukan dalam skala besar tahun ini. Sejauh ini, perangkat
Google Glass yang dipasarkan merupakan versi percobaan pengguna (
user-testing) yang dijual dengan harga sekitar 15 ribu dolar AS dan sekitar 15 ribu pengembang serta konsumen telah terdaftar untuk mengambil bagian dalam program awal
Google Glass.
Untuk diketahui,
Google Glass adalah perangkat komputer pintar wearable berupa kacamata yang tengah dikembangkan oleh Google.
Google Glass dapat menampilkan informasi dalam format
hands-free smartphone yang dapat terhubungan dengan internet melalui perintah suara. Selain itu, terdapat sejumlah fitur lainnya yang ditanam dalam perangkat tersebut seperti informasi jam, suhu, kalender dan bahkan kamera dengan perintah suara.
Sementara itu
Samsung Galaxy Gear Watch adalah perangkat pintar wearable berupa jam tangan yang diproduksi oleh perusahaan asal Korea Selatan, Samsung Electronik. Di dalam jam tangan tersebut tertanam sistem operasi android yang dapat difungsikan selayaknya ponsel maupun tablet pintar Samsung yang berbasis android lainnya. Demikian seperti dikabarkan
Reuters.
[wid]
BERITA TERKAIT: