
. Tidak cukup bagi SBY untuk sekedar memberi peringatakan kepada Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan, terkait dengan kenaikan harga elpiji tabung 12 Kg. Dan bila memang SBY mau menaikkan citra Demokrat lagi, peringatan kepada Pertamina tidak akan berdampak apa-apa.
"Langsung saja, copot Karen. Kalau Karena dicopot merupakan sikap tegas dalam sejarah kepemimpinan Presiden SBY, dan citra partainya kemungkinan naik lagi dimata publik," kata Direktur Investigasi dan Advokasi Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, beberapa saat lalu (Senin, 6/1).
Uchok menilai Karen juga memang harus mundur, sebab manajemen pengelolaan keuangaan PT. Pertamina sangat buruk sekali. Berdasarkan dengan hasil audit BPK semester 1 tahun 2013, ada temuan penyimpangaan anggaran sebesar Rp 1.217.732.200.000, dan 353.547.930 dolar AS dengan 398 kasus. Jadi selama ini, manajemen pengelola keuangaan PT. Pertamina tidak pernah diperbaiki.
"Kenaikan elpiji tabung 12 Kg sangat merugikan masyarakat. Kerugian masyarakat bisa dilihat dari kenaikan bahan-bahan pokok lainnya," demikian Uchok.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: