"Harapan akan terjalin silaturahmi dan interaksi budaya, sehingga memiliki kesamaan visi dalam membangun Indonesia sebagai sebuah negara kepualauan," kata Rektor Universitas Haluoleo (UHO) Kendari, Prof. Dr. Usman Rianse, saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan KKN Nusantara.
Pelaksanaan KKN Nusantara yang di gagas Universitas Haluoleo (UHO) Kendari bersama TNI AL, Indonesia Maritime Institute (IMI) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi dibuka pagi tadi, Minggu (5/01/2014) oleh Asrena Kasal, Laksda TNI Ade Supandi, SE yang mewakili Kepala Staf Angkatan Laut.
KKN Nusantara melibatkan 17 Universitas dari seluruh Indonesia diikut 1.500 mahasiswa yang akan bertempat di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. KKN ini akan berlangsung selama 45 hari.
Dalam pengarahannya kepada seluruh peserta KKN Nusantara, Laksda Ade Supandi menyampaikan tentang visi maritim, kondisi geostrategis Indonesia dan berbagai strategi untuk membangun NKRI yang berbasis maritim. Dikatakan Ade pula bahwa TNI AL akan selalu mendukung program-program kemahasiswaan untuk mencetak SDM yang berkualitas dan tangguh serta profesional. Bahkan dalam diskusi, Ade menyambut baik rencana rektor UHO untuk melakukan kerjasama dengan TNI AL untuk program-program lainnya yang akan dilaksanakan selanjutnya.
Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil, KP3K-KKP, Ir. Rido M. Batubara, M.Si menyampaikan bahwa KKP akan terus mendukung upaya kampus untuk melaksanakan kegiatan kerja nyata di pulau-pulau kecil, karena sejalan dengan salah satu tugas KKP untuk mensejahterakan masyarakat di pulau-pulau kecil dan terpencil. Bahkan Rido juga akan mendukung pendanaan pelakasanaan program KKN di Wakatobi yaang sinkron dengan program yang sudah disusun oleh ditjen KP3K Tahun Anggaran 2014 ini.
Sedangkan Direktur Eksekutif IMI, Dr. Y. Paonganan, memberikan keterangan bahwa KKN Nusantara ini diharapkan menjadi program nasional yang mendapat dukungan dari berbagai pihak khusunya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar program ini menjadi salah satu program strategis dalam rangka membangun SDM yang profesional dan tangguh serta memiliki wawasan kemaritiman, karena sejatinya Indonesia adalah sebuah negara yang perlu dibangun dengan visi maritim.
Paonganan menambahkan bahwa KKN Nusantara yang dilaksanakan di pulau-pulau kecil dengan menggunakan KRI akan memberikan pengalaman baru bagi para mahasiswa sehingga lahirkan pemimpin masa depan yang memiliki visi maritim.
"Semoga KKN Nusantara selanjutnya bisa lebih baik dari pelaksanaan kali ini, semoga Indonesia Jaya di Laut, Sejahtera di Darat dan Perkasa di Udara," kata Paonganan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: