"Keputusan Pertamina di bawah kendali Dirut Karen Agustiawan, jelas menimbulkan kecurigaan publik terkait kepentingan dana politik menjelang Pemilu 2014," kata Kabid HumasK omite Pimpinan PusatFederasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Tri Sasono, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 4/1).
Diduga kuat, ungkap Tri Sasono, kenaikan harga elpiji 12 kg hanyalah akal-akalan PT Pertamina yang mengaku mengalami kerugian puluhan triliun rupiah sejak 2009, karena tidak menaikkan harga gas Elpiji. Naiknya harga elpiji non-subsidi semakin membuktikan, Karen Agustiawan gagal melakukan tranformasi dan tata kelola gas di Pertamina, yang berujung in-efisiensi dan menjadi sarang korupsi Mafia Migas.
"Sehingga Presiden SBY harus segera mencopotnya," tegas Tri Sasono.
Tri Sasono pun membandingkan harga elpiji di Malaysia ukuran 12 kg hanya dibandrol setara Rp 70 ribu.
[ysa]
BERITA TERKAIT: