KPK Harus Telusuri Indikasi Korupsi di Pertamina!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 04 Januari 2014, 10:14 WIB
KPK Harus Telusuri Indikasi Korupsi di Pertamina<i>!</i>
ilustrasi/net
rmol news logo . Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu menelusuri berbagai indikasi korupsi yang menyebabkan karut marutnya pengelolaan migas Nasional.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon. Pernyataan Fadli ini terkait dengan kebijakan Pertamina yang menaikan harga jual LPG 12 Kg per 1 Januari lalu.

"Perlu juga adanya audit investigatif di tubuh Pertamina. Jangan sampai Pertamina yang pada 2012 memperoleh laba mencapai 26 triliun, di 2013 mencapai 30 triliun, dan proyeksi laba di 2014 sebesar 34 triliun, justru menjadi mesin uang bagi para koruptor," tegas Fadli.

Menurut Fadli, kenaikan harga LPG disebabkan karena sebanyak 57 persen LPG Indonesia berasal dari impor. Sementara 12 persen lainnya didapat dari hasil kilang minyak Pertamina, dan 31 persen dari perusahaan swasta domestik.

"Tingginya impor mengakibatkan LPG 12 Kg terpengaruh nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Ini bukti praktik neoliberal. Pengelolaan minyak dan gas Indonesia hancur berantakan," demikian Fadli. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA