"Sebelum kami membuat film
Soekarno itu, pihak kami ada yang datang dan bertemu dengan Bu Ratna Djuami, sebelum beliau meninggal. Ada Pak Tito juga. Kami ceritakan semuanya, dan intinya mereka setuju dan memberi izin resmi dengan film
Soekarno," kata Public Relation dan Publisher Multivision, Aris Muda, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 31/12).
Aris Muda mengatakan bahwa usai pertemuan itu juga sempat foto bersama dengan Ratna Djuami dan Tito.
"Kami ada foto-fotonya. Nanti kami sampaikan," ungkap Aris Muda.
Karena itu, Aris bertanya-tanya, apakah benar Tito kini mempersoalkan film itu. Dan apakah Tito sudah menonton film itu atau belum.
"Kami tidak mau diadu-adu dengan Pak Tito. Dan kalau Pak Tito belum nonton, sebagaimana yang saya baca, kenapa bisa mengomentari film itu," ungkap Atis.
Kepada
Rakyat Merdeka Online, Tito menilai film
Soekarno yang diproduksi Raam Punjabi dan disutradarai Hanung Bramantyo mencederai ketokohan, dan bertendensi menghancurkan kredibilitas Bung Karno dan Inggit Ganarsih.
Tito pun mengatakan, dirinya pernah didatangi oleh kru film Soekarno. Dalam pertemuan itu ia hanya ditanya beberapa hal yang berkaitan dengan kehidupan Ibu Inggit dan peranannya kala mendampingi Bung Karno. Tetapi sama sekali tidak ada permintaan izin untuk mengangkat kehidupan Ibu Inggit dalam film itu.
[ysa]
BERITA TERKAIT: