Setelah melalui beberapa tahapan riset, evaluasi dan uji coba, flying boat itu berhasil mengudara di Danau Ciburuy, Bandung pada Sabtu, (28/12). Meski demikian, Direktur Eksekutif IMI, Dr. Y. Paonganan mengatakan, GEVER-OS ini masih perlu evaluasi yang lebih teliti lagi agar menghasilkan performa maksimal.
"Kami begitu bersemangat, semoga GEVER-OS bisa terealisasi dan bisa menjadi alat transportasi alternatif untuk kepulauan nusantara, dan bisa menjadi kebanggaan Indonesia," kata Paonganan kepada wartawan, usai uji coba terbang di Danu Ciburuy, Bandung, Sabtu (28/12).
Flyingboat GEVER-OS termasuk pesawat amfibi yang bersayap tetap dan dilengkapi dengan lambung untuk memungkinkan pendaratan di air. Keuntungannya, perahu bisa mendarat dan lepas landas, dan "berbaring" di air atau dengan kata lain tidak memerlukan landasan tanah.
"Prototipe Flyingboat GEVER-OS ini didesain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pantai, kepulauan, pengawasan wilayah pantai, mengatasi pencurian ikan, ambulans keliling, guru dan dokter antarpulau, pemetaan laut, serta wahana dalam penganggulangan bencana di laut dan kepulauan," lanjutnya.
Berikut spesifikasi prototipe Flyingboat GEVER-OS: Daya jelajah 1.200 km, berat kosong wahana 900 kg, berat maksimum 1.600 kg, penumpang 4 orang+1 operator, lebar 220 cm, tinggi 290 cm, lebar sayap 1.220 cm, panjang 860 cm, maksimum isi tanki 220 liter, bahan bakar 98 Oktan RON/Avgas. Tenaga penggerak: UL 520iS, 200HP, 5200cc, 6 Cylinder (UL-Power Aero Engines, Belgium) dan memiliki kecepatan maksimum 220 km/jam, serta kecepatan jelajah 180 km/jam.
[ian]
BERITA TERKAIT: