Idealnya Jokowi Tidak Tinggalkan Jakarta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 24 Desember 2013, 15:15 WIB
Idealnya Jokowi Tidak Tinggalkan Jakarta
jokowi/net
rmol news logo . Tidak bisa diingkari bila elektabilitas Joko Widodo sebagai calon presiden selalu berada di atas puncak. Banyaknya lembaga yang merekam tingkat keterpilihan Jokowi pun membuktikan bahwa survei ini bukan hasil rekayasa.

"Kehadiran Jokowi mungkin membuat pusing para capres lain," kata Gurubesar ilmu politik dari Universitas Indonesia (UI), Maswadi Rauf, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 24/12).

Namun demikian, Maswadi mengingatkan agar Jokowi ingat dengan komitmennya kepada warga Jakarta. Ia datang ke Jakarta, setelah meninggalkan tugas sebagai walikota Solo, karena mau membereskan semua persoalan di ibukota.

"Karena itu, idealnya Jokowi tidak tinggalkan Jakarta. Kedatangan ia ke Jakarta untuk menjadi gubernur, bukan menjadi presiden," ungkap Maswadi.

Sambil membereskan Jakarta, masih kata Maswadi, Jokowi bisa belajar untuk menjadi pemimpin nasional dalam pilpres berikutnya. Apalagi saat ini, perilaku Jokowi juga belum mencerminkan sebagai sosok yang layak menjadi kepala negara.

"Sebagai gubernur, ia bisa bebas bergaul. Itu baik Namun ketika jadi presiden, tidak bisa begitu. Dia harus ikut protokoler kepresidenan. Makanya dia belajar dulu di Jakarta," demikian Maswadi. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA