Gurubesar UI: Wajar Bila Ada Anggapan Jokowi Kemaruk Jabatan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 24 Desember 2013, 11:57 WIB
Gurubesar UI: Wajar Bila Ada Anggapan Jokowi Kemaruk Jabatan
jokowi/net
rmol news logo . Tidak bisa dipungkiri, bila akhirnya Joko Widodo maju sebagai calon presiden, maka akan berkembang anggapan bahwa mantan walikota Solo itu kemaruk jabatan.

"Anggapan Joko Widodo kemaruk itu sangat wajar. Apalagi dia datang ke Jakarta bukan untuk jadi presiden melainkan untuk jadi gubernur," kata Gurubesar ilmu politik dari Universitas Indonesia (UI), Maswadi Rauf, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 24/12).

Kemaruk jabatan ini disampaikan oleh salah seorang perempuan yang mengaku bernama Sulastri. Dalam sebuah diskusi di Kementerian Hukum dan HAM, Sulastri, yang juga mengaku sebagai warga Jakarta, bertanya kepada Jokowi, apakah nanti tidak takut dibilang kemaruk sebab maju dalam pilpres. Sedangkan untuk menjadi Gubernur Jakarta pun, Jokowi harus melepaskan tugas di Solo.

"Jokowi juga sadar ada anggapan itu. Karena itu, ia tak menanggapi setiap pertanyaan soal pilpres, dan lebih mengatakan untuk bertannya pada pimpinan PDI Perjuangan," ungkap Maswadi. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA