Namun tidak demikian bila PDI Perjuangan mengusung Joko Widodo sebagai capres. Jokowi, begitu Joko Widodo disapa, akan menaklukan Prabowo dan Aburizal, baik di Jawa maupun di luar Jawa.
Di Jawa, tingkat keterpilihan Jokowi mencapai 50,1 persen, mengungguli Prabowo yang cuma 14,7 persen dan Aburizal Bakrie yang cuma 14,1 persen. Sisanya, masih merahasiakan pilihan, belum menentukan pilihan, atau belum menjawab.
Pun demikian dengan di luar Jawa. Tingkat keterpilihan Jokowi mencapai 34,8 persen. Angka ini cukup jauh meninggalkan Prabowo yang harus puas di angka 18,3 persen, dan Aburizal di angka 20 persen. Sisanya, masih merahasiakan pilihan, belum menentukan pilihan, atau belum menjawab.
"Joko Widodo unggul di seluruh kategori, wilayah Jawa dan non-Jawa, serta pulau-pulau besar," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, dalam keterangan kepada redaksi.
Indo Barometer membuat berbagai simulasi. Di antara simulasi itu adalah dengan manawarkan tiga kandidat calon presiden; Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto, Jokowi. Indo Barometer juga membuat simulasi lain, dengan menawarkan kandidat Megawati, Aburizal Bakrie dan Prabowo.
Simulasi ini berbasis pada survei yang digelar pada tanggal 4-15 Desember di 33 provinsi dengan melibatkan 1.200 responden.
Margin of error survei ini sebesar plus minus 3,0 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sementara itu, responden dipilih dengan metode
multistage random sampling untuk menghasilkan responden yang mewakili seluruh populasi publik dewasa Indonesia; berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: