Nilai Budaya Sunda Bisa Jadi Modal Membangun Karakter Bangsa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 24 Desember 2013, 07:19 WIB
Nilai Budaya Sunda Bisa Jadi Modal Membangun Karakter Bangsa
ilustrasi gotong royong/net
rmol news logo . Belakangan, tokoh Jawa Barat Moh Jumhur Hidayat sering sekali membicarakan soal "Urang Sunda". Dalam beberapa kesempatan ia pun sering menantang masyarakat di tatar Pasundan itu untuk tampil ke depan dan menjadi pemimpin.

Namun demikian, Jumhur menegaskan, saat ia berbicara soal "Urang Sunda", itu bukan berarti sedang bicara sukusitik. Ia hanya ingin warga Jawa Barat memberikan sumbangan kemajuan bagi bangsa dan negara Indonesia.

"Kita bicara Sunda guna memberikan sumbangan yang terbaik buat Republik, bukan untuk Sunda Merdeka," kata Jumhur Hidayat, saat berbicara pada kuliah umum dalam Peringatan Dies Natalis ke-53 Universitas Pasundan di Bandung (Senin, 23/12).

Kuliah umum yang dihadiri para civitas akademika termasuk sekitar 500 mahasiswa itu dihadiri pula oleh Rektor Universitas Pasundan Eddy Jusuf, Ketua Umum Paguyuban Pasundan Didi Turmudji,  pengamat Acep Iwan Saidi, dan tokoh budayawan Yayat Hendayana.

Menjawab pertanyaan mahasiswa, Jumhur mengatakan bahwa nilai-nilai budaya Sunda bisa menjadi modal membangun karakter bangsa. Dan nilai-nilai budaya Sunda itu bisa ditemukan dengan menggali nilai-nilai yang ada di Pancasila.

"Kepemimpian orang Sunda yaitu silih asah, silih asih, dan silih asuh. Dan ketiganya bisa diperas jadi satu yaitu gotong royong," demikian Jumhur. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA