Ada banyak peta politik yang bisa dipaparkan. Misalnya dari sisi jenis usia, agama, suku, pulau, desa atau kota, tingkat pendidikan maupun pekerjaan.
Dalam hal ini, Indo Barometer, lembaga survei di bawah M Qodari, mencoba membuat berbagai simulasi. Di antara simulasi itu adalah dengan manawarkan tiga kandidat calon presiden; Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto, dan Megawati Soekarnoputri.
Dari survei yang digelar pada tanggal 4-15 Desember di 33 provinsi ini, dengan melibatkan 1.200 responden itu, terlihat jelas bahwa Prabowo unggul di wilayah Jawa, dengan tingkat keterpilihan mencapai 28,8 persen. Sementara Megawati hanya 21,9 persen, dan Aburizal Bakrie 17,4 persen.
Sedangkan untuk wilayah luar Jawa, Aburizal dan Prabowo sama-sama kuat, yaitu dengan tingkat keterpilihan masing-masing 23,1 persen. Untuk wilayah luar Jawa ini, Megawati harus puas dengan tingkat keterpilihan cuma 16,2 persen.
Dalam keterangan kepada redaksi beberapa waktu lalu, Qodari mengatakan bahwa
margin of error survei ini sebesar plus minus 3,0 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sementara itu, responden dipilih dengan metode multistage random sampling untuk menghasilkan responden yang mewakili seluruh populasi publik dewasa Indonesia; berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: