Demikian disampaikan tokoh Jawa Barat, Moh Jumhur Hidayat, saat berbicara pada kuliah umum dalam Peringatan Dies Natalis ke-53 Universitas Pasundan di Bandung (Senin, 23/12). Kuliah umum yang dihadiri para civitas akademika termasuk sekitar 500 mahasiswa itu dihadiri pula oleh Rektor Universitas Pasundan Eddy Jusuf, Ketua Umum Paguyuban Pasundan Didi Turmudji, pengamat Acep Iwan Saidi, dan tokoh budayawan Yayat Hendayana.
Jumhur mencontohkan, dirinya dipilih menjadi Kepala BNP2TKI oleh Presiden Yudhoyono selain karena pemahamannya terhadap permasalahan ketenagakerjaan juga karena sejak masih menjadi mahasiswa sempat dipenjara di LP Sukamiskin, LP Kebon Waru, hingga di LP Nusakambangan dalam aksi mahasiswa 5 Agustus 1989. Sejak mahasiswa juga ia melahap habis semua buku-buku sosial.
"Untuk menjadi pemimpin, Anda tidak cukup menjadi seorang spesialis," katanya.
Kepala BNP2TKI menjelaskan, nilai-nilai budaya seperti sikap hidup, jati diri, etos kerja, disiplin, kreatif menggali kearifan lokal yang menjadi adi luhung bangsa ini akan menentukan kemajuan peradaban. Eksplorasi budaya kita akan menentukan kemajuan ekonomi dan politik Indonesia di masa depan.
"Dunia berubah lebih cepat dari yang kita fikirkan. Dalam perubahan itu apakah kita menjadi agen seperti sejarah tempo lalu, sebagai pengikut. atau hanya terbengong-bengong," demikian Jumhur.
[ysa]
BERITA TERKAIT: