Terkait hal ini, Indo Barometer membuat simulasi, dengan mengajukan pertanyaan kepada responden bila capres yang bertarung dalam Pilpres mendatang adalah Megawati, Aburizal dan Dahlan Iskan. Dahlan Iskan adalah peserta Konvensi Demokrat, yang menurut survei Indo Barometer sendiri paling tinggi elektabilitasnya.
Dari simulasi ini diketahui bahwa ternyata yang unggul adalah ARB, begitu Aburizal Bakrie disapa. ARB dipilih oleh 25 persen pemilih. Sementara Megawati dipilih oleh 24,2 persen pemilih, dan Dahlan Iskan hanya dipilih oleh 6 persen.
Dengan pilihan tiga tokoh ini, pemilih yang belum menentukan sikap mencapai 30 persen; yang masih merahasiakan pilihan mencapai 1,6 persen; dan yang tidak menjawab, atau mengatakan tidak tahu mencapai 10,5 persen. Sementara yang tidak akan memilih mencapai 2,8 persen.
"Namun, jika capres PDIP adalah Joko Widodo, maka capres yang paling banyak didukung adalah Joko Widodo (50,2 persen), disusul Aburizal Bakrie (19 persen) dan Dahlan Iskan (2,2 persen)," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, dalam keterangan kepada redaksi, Minggu kemarin (22/12).
Dari survei ini terlihat, nasib ARB sangat tergantung PDI Perjuangan. Dia akan menang bila PDI Perjuangan mengusung Megawati. Namun ARB pasti kalah bila PDI Perjuangan usung Jokowi.
Survei yang digelar pada tanggal 4-15 Desember di 33 provinsi ini, jelas Qodari, melibatkan 1.200 responden. Margin of error survei ini sebesar plus minus 3,0 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sementara itu, responden dipilih dengan metode multistage random sampling untuk menghasilkan responden yang mewakili seluruh populasi publik dewasa Indonesia; berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: