Misalnya, bila dibuat simulasi, ada tiga tokoh yang maju, yang terdiri dari Megawati, Aburizal Bakrie, dan Pramono Edhi Wibowo, maka yang akan menjadi pemenang Pilpres adalah Aburizal Bakrie. Sebaliknya, bila PDI Perjuangan mengusung Joko Widodo, maka yang menjadi pemenang adalah Jokowi, biasa Joko Widodo disapa.
Simulasi berbasis survei ini dilakukan Indo Barometer. Menurut survei Indo Barometer, bila Aburizal Bakrie bersaing dengan Megawati dan Pramono, maka Aburizal dipilih olegh 24,3 persen pemilih. Sementara Megawati dipilih oleh 23,8 persen pemilih, dan Pramono hanya dipilih oleh 2,3 persen.
Dengan pilihan tiga tokoh ini, pemilih yang belum menentukan sikap mencapai 35,5persen; yang masih merahasiakan pilihan mencapai 1,8 persen; dan yang tidak menjawab, atau mengatakan tidak tahu mencapai 10,4 persen.
Namun, kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, dalam keterangan kepada redaksi, Minggu kemarin (22/12), bila Jokowi menjadi Capres, maka Jokowi akan jauh meninggalkan Aburizal Bakrie dan Pramono dengan tingkat perolehan suara mencapai 50,6 persen. Aburizal Bakrie, harus puas dengan angka 19 persen, dan Pramono 1,1 persen.
Dengan pilihan tiga tokoh ini, pemilih yang belum menentukan sikap mencapai 20,6persen; yang masih merahasiakan pilihan mencapai 1,6 persen; dan yang tidak menjawab, atau mengatakan tidak tahu mencapai 6,4 persen.
Survei yang digelar pada tanggal 4-15 Desember di 33 provinsi ini, jelas Qodari, melibatkan 1.200 responden.
Margin of error survei ini sebesar plus minus 3,0 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sementara itu, responden dipilih dengan metode multistage random sampling untuk menghasilkan responden yang mewakili seluruh populasi publik dewasa Indonesia; berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: