Dari 12 Calon, Prabowo Bakal Jadi Presiden Bila Megawati Ikut Nyapres

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 23 Desember 2013, 06:14 WIB
Dari 12 Calon, Prabowo Bakal Jadi Presiden Bila Megawati Ikut <i>Nyapres</i>
prabowo/net
rmol news logo . Bila Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekaranoputri, maju sebagai calon presiden dalam Pilpres 2014, maka yang menjadi juara Pilpres adalah Prabowo Subianto.

"Prabowo Subianto paling banyak dipilih, dengan jumlah 19,8 persen, baru disusul Megawati dengan jumlah pemilih 17,30 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, dalam keterangan kepada redaksi, Minggu kemarin (22/12).

Indo Barometer mencoba membuat simulasi terhadap 12 capres. Tokoh yang masuk dalam simulasi ini Prabowo Subianto, Megawati, Aburizal Bakrie, Wiranto, Muhaimin Iskandar, Hatta Rajasa, Yusril Ihza Mahendra, Surya Paloh, Anis Matta, Suryadharma Ali, Sutiyoso dan Pramono Edhie Wibowo.

Dalam survei yang digelar pada tanggal 4-15 Desember di 33 provinsi ini,  Aburizal Bakrie mendapat dukungan 17 persen, dan Wiranto 10,5 persen. Sementara nama-nama lain, masih berada di bawah 3 persen, dengan pemilih yang belum menentukan sikap 21,4 persen. Sementara pemeilih yang masih merhasiakan pilihan mencapai 1,6 persen, dan yang tidak menjawab atau tidak tahu mencapai 6,2 persen.

Menurut Qodari, survei dilaksanakan di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden sebesar 1200 orang. Margin of error survei ini sebesar plus minus 3,0 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sementara itu, responden dipilih dengan metode multistage random sampling untuk menghasilkan responden yang mewakili seluruh populasi publik dewasa Indonesia; berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

"Pengumpulan data dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Dari perbandingan karakteristik demografis yang terpilih, tampak bahwa responden survei ini mirip dengan populasi secara keseluruhan," demikian Qodari. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA