Ide Film Soekarno Hasil Kelompok, Bukan Perorangan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 20 Desember 2013, 22:39 WIB
Ide Film <i>Soekarno</i> Hasil Kelompok, Bukan Perorangan
rmol news logo Sineas muda Hanung Bramantyo membantah keras film Soekarno: Indonesia Merdeka yang kini sedang diputar di bioskop-bioskop hasil pencurian ide milik Rachmawati Soekarnoputri.

"Tidak ada campur tangan khusus bahwa ini adalah idenya Ibu Rachma. Ini idenya hasil kesepakatan kelompok melalui Focus Group Discusion (FGD) bukan perorangan," kata Hanung ketika berkunjung ke redaksi Rakyat Merdeka Online, Gedung Graha Pena lantai 9, Jakarta (Jumat, 20/12).

Hanung menjelaskan jalan cerita film Soekarno adalah hasil skenario yang dibuat Ben Sihombing. Di dalam diskusi awal yang dilakukan, Rachmawati memilih cerita Hari-hari Terakhir Soekarno, bukan Soekarno: Indonesia Merdeka.

Hanung menceritakan, selisih paham dengan Rachmawati bermula dari kesalahpahaman saat memilih aktor pemeran Bung Karno. Rachmawati dalam bacaan Hanung, terkesan ingin memilih aktor Anjasmara untuk memerankan sosok ayahnya ketimbang Ario Bayu.

Anjasmara memang yang memerankan sosok Soekarno dalam opera Maha Guru yang dirintis Rachmawati. Tapi bagi Hanung, Anjasmara bisa mengaburkan sosok Soekarno karena dia terlalu terkenal sebagai pesinetron FTV.

"Ario Bayu aktor yang cukup berpengaruh di internasional terutama Asia. Pertimbangannya, dengan popularitas dia seperti itu kami mengejar pasar di tingkat Asia," kata Hanung yang menyebut konflik dengan Rachmawati pun makin meruncing.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA