"Tidak ada campur tangan khusus bahwa ini adalah idenya Ibu Rachma. Ini idenya hasil kesepakatan kelompok melalui Focus Group Discusion (FGD) bukan perorangan," kata Hanung ketika berkunjung ke redaksi Rakyat Merdeka Online, Gedung Graha Pena lantai 9, Jakarta (Jumat, 20/12).
Hanung menjelaskan jalan cerita film
Soekarno adalah hasil skenario yang dibuat Ben Sihombing. Di dalam diskusi awal yang dilakukan, Rachmawati memilih cerita Hari-hari Terakhir Soekarno, bukan Soekarno: Indonesia Merdeka.
Hanung menceritakan, selisih paham dengan Rachmawati bermula dari kesalahpahaman saat memilih aktor pemeran Bung Karno. Rachmawati dalam bacaan Hanung, terkesan ingin memilih aktor Anjasmara untuk memerankan sosok ayahnya ketimbang Ario Bayu.
Anjasmara memang yang memerankan sosok Soekarno dalam opera Maha Guru yang dirintis Rachmawati. Tapi bagi Hanung, Anjasmara bisa mengaburkan sosok Soekarno karena dia terlalu terkenal sebagai pesinetron FTV.
"Ario Bayu aktor yang cukup berpengaruh di internasional terutama Asia. Pertimbangannya, dengan popularitas dia seperti itu kami mengejar pasar di tingkat Asia," kata Hanung yang menyebut konflik dengan Rachmawati pun makin meruncing.
[dem]
BERITA TERKAIT: