Karena itu, kata Ketua Matra, Dedi Iskandar, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo harus membuka layanan masyarakat pada malam hari. Paling tidak dalam seminggu, satu hari layanan masyarakat baik di Kelurahan, Kecamatan atau layanan lainnya buka sampai jam 9 malam.
"Banyak warga Jakarta, yang suami istri bekerja. Karena tidak ada layanan malam, mereka akhirnya menggunakan jasa calo, tapi tidak semua karena banyak masyarakat yang kekurangan untuk biaya kehidupannya," ungkap Dedi dalam diskusi Jakarta Baru, Kebijakan dan pelayanan birokrasi pemerintahan DKI Jakarta, di Cikini, Jakarta Pusat (Jumat, 20/12).
Kata Dedi, masyarakat menginginkan dari Senin sampai Jumat ada satu hari kantor pelayanan masyarakat kerja sampai jam 9 malam.
"Ini menyangkut, KTP, KK atau layanan lainnya. Atau dua minggu sekali. Sehingga masyarakat yang sibuk bekerja bisa mengurus pada hari tertentu sampai malam," tegasnya.
Dedi juga meminta agar pemerintah membuat buku panduan yang terintegrasi dengan mencakup seluruh perizinan yang ada, mulai dari syarat, biaya sampai dengan dasar hukumnya apa. Ini membantu masyarakat, agar tidak bolak-balik sehingga terjadi pemangkasan biaya (murah), dan ini juga menghindari calo atau ada oknum birokrasi yang bermain.
"Buku yang memberikan informasi ini bisa diberikan kepada RT/RW yang nantinya bisa diinformasikan kepada masyarakat. Buku ini juga bisa memangkas calo yang menyamar PNS," demikian Dedi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: