"Masa depan bangsa yang dibangun bukan infrastruktur jalan atau jembatan, tapi ibu-ibu Indonesia," katanya dalam konferensi pers pengumuman tujuh kandidat capres Konvensi Rakyat di bilangan Senen, Jakarta, Kamis (19/12).
Perempuan yang lama tinggal di Jepang ini akan memperjuangkan hak ibu dengan memaksimalkan APBN 2014 pada pembangunan rumah tangga, khususnya pada kehidupan 50 juta ibu-ibu dan kelahiran bayi yang mencapai angka 6 juta per tahun di Indonesia.
Karena, terdapat korelasi antara pembangunan rumah tangga dengan pembangunan bangsa. "Di Jepang, ibu-ibu yang menikah dan tidak bekerja difasilitasi pemerintah. Hal itu menjadi salah satu hal mengapa kualitas dan perekonomian Jepang terus naik," jelasnya.
Hal itulah, yang membuat negara maju lainnya turut mencontoh upaya Jepang tersebut. "Sekarang (Jepang) jadi inspirasi bagi Presiden Obama untuk mengalihkan anggaran senjata nuklir ke anggaran pembangunan rumah tangga," jelas Anni yang merupakan satu-satunya perempuan capres hasil Konvensi Rakyat tersebut.
Semangat memperjuangkan hak kaum perempuan dan ibu-ibu di Indonesia tersebut telah lantang ia suarakan sejak jaman rezim Orde Baru hingga saat ini melalui sejumlah tulisannya.
"Semua presiden saya kasih evaluasi," tandas perempuan yang telah menulis sejumlah buku, yakni 'Dialog Panjang', 'Dinamika Kehidupan', 'Mahligai Perkawinan', dan 'Senyum untuk Anakku' tersebut.
[zul]
BERITA TERKAIT: