Bila SBY menggagalkan hasil Konvensi, maka sosok yang paling mungkin untuk diusung adalah Ani Yudhoyono. Fakta yang sulit dihindari, elektabilitas Ani Yudhoyono masih berada di atas para peserta Konvensi. Fakta juga, struktur partai akan mudah digerakkan bila yang maju adalah orang penting di Demokrat. Dan Ani Yudhoyono, merupakan orang penting di Demokrat setelah SBY.
Fakta lain juga adalah soal posisi Ani Yudhoyono yang mendominasi kebijakan SBY selama ini. Hal ini sebagaimana terekam dalam laporan
The Australian, yang pada Sabtu lalu (14/12) menurunkan kabar soal peran Ani yang merupakan penasihat penting bagi SBY dan satu-satunya orang kepercayaan SBY. Peran Ani lah yang disebut sebagai alasan utama mengapa Australia ikut menyadap Ani, bersama dengan SBY dan sejumlah menteri.
Dalam laporan itu disebutkan, Ani Yudhoyono diyakini akan membangun dinasti di Indonesia, dan akan menjadi calon presiden setelah SBY tak lagi bertugas di Istana. Ani akan menjadi presiden sampai anak tertuanya, Agus Harimurti Yudhoyono, mencapai usia yang cukup untuk menjadi Presiden.
Kegagalaan Konvensi, fakta posisi Ani di Demokrat, dan laporan
The Australian yang berpijak pada informasi Direktorat Pertahanan Signal pada 2009 cukup menjadi alasan mengapa Ani Yudhoyono masih bepeluang menjadi Capres Demokrat.
[ysa]
BERITA TERKAIT: