Bahkan, hingga saat ini, sebagaimana terekam dalam berbagai hasil survei, elektabilitas 11 bakal calon presiden yang diundang atau mendaftar jadi peserta Konvensi masih kalah jauh dibandingkan nama-nama dari partai lain yang dijagokan untuk bertarung dalam pilpres. Elektabilitas para bakal capres itu pun masih di bawah 10 persen, persis sebagaimana elektabilitas Demokrat yang masih tersungkur di papan bawah.
Titik soal tentu saja bukan dari para bakal capres saja. Persoalan juga muncul dari mesin partai. Struktur partai terlihat
ogah-ogahan menjalankan manuver SBY ini. Bisa dikatakan, mesin partai hampir mogok karena Konvensi berjalan setengah hati.
Di tingkat bawah, bahkan ada yang masih belum menangkap pesan sesungguhnya dari manuver SBY ini. Sebagian malah curiga, SBY hanya main-main. Kader di bawah ada yang masih bingung; apakah SBY benar-benar membebaskan arena permainan, atau justru ada kemauan untuk mengusung sosok tertentu saja. Mesin partai seakan tanpa arah yang jelas.
Maka tak heran, secara tidak langsung ada peserta Konvensi yang mengeluh sekaligus mengeluarkan ancaman tidak langsung: Bila struktur partai tidak bergerak dan membiarkan peserta jalan sendiri, maka partai akan rugi sendiri.
Di titik inilah, banyak yang percaya, Konvensi Demokrat sudah gagal sejak awal. Di titik ini pula, diyakini, ada peluang SBY menggagalkan hasil Konvensi karena tujuan utama digelar Konvensi menuai kegagalan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: