Saatnya Pedang Pemberantasan Korupsi Diarahkan ke Istana dan Cikeas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 08 Desember 2013, 20:17 WIB
rmol news logo Pemberantasan korupsi masih dilakukan secara tebang pilih. Pedang pemberantasan korupsi milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum berani menusuk jantung kekuasaan.

"KPK masih menegakkan hukum secara diskriminatif. Saatnya pisau pemberantasan korupsi KPK diarahkan ke jantung Istana Negara dan keluarga Cikeas," seru Wenry Anshory Putra, aktivis Front Aksi Mahasiswa (FAM) Indonesia, dalam pesan elektroniknya.

Untuk itu, Wenry mengajak agar seluruh elemen bangsa yang anti terhadap kejahatan korupsi untuk bersatu dan bersama-sama mengepung kantor KPK tepat pada Hari Antikorupsi Sedunia yang diperingati tiap tanggal 9 Desember.

"Mari sama-sama teriakkan saatnya tangkap, adili dan penjarakan Wapres Boediono karena terlibat skandal Century, dan seluruh keluarga Cikeas yang terlibat korupsi dan perampokan SDA," imbuhnya.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA