"Capek sendiri," kata Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Lalu Mara Satria Wangsa, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 4/12).
Menurut Lalu Mara, pernyataan SBY ini mencerminkan bahwa memang selama ini WTO tidak adil dan terbuka bagi produk-produk Indonesia, khususnya pertanian dan perkebunan. Karena itu, bila memang hubungan itu merugikan produk-produk Indonesia untuk apa Indonesia terus mempertahankan diri sebagai anggota WTO.
"Bapak SBY akan dikenang bila Bapak memutuskan Indonesia keluar dari WTO, karena kebijakan itu akan menyelamatkan Indonesia bukan saja dari serbuan produk luar, defisit transaksi berjalan, tapi di sisi lain dapat meningkatkan pendapatan negara melalui kebijakan tarif," saran Lalu Mara, yang selama ini dikenal selalu memperjuangkan produk dalam negeri, khususnya yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sementara kalangan menilai, sejak menjadi anggota WTO, kondisi Indonesia, terutama di sektor perdagangan barang dan jasa, semakin terpuruk. bahkan ada yang menilai, secara substansial, kaidah-kaidah hukum dalam seluruh perjanjian WTO bertentangan dengan norma dasar Pancasila.
[ysa]
BERITA TERKAIT: