Demikian disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Bahtiar Effendy, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 29/11).
Saat berbicara dalam seminar bertema "Dekonstruksi Gerakan dan Pemikiran Hukum Progresif" di Hotel Patra Jasa, Semarang, Jawa Tengah, Jumat kemarin (29/11), Arief mengatakan bahwa profesi montir lebih sulit daripada profesi dokter. Montir lebih sering menerima respon tak mengenakkan dibandingkan dokter.
Dokter, ungkap Arief, merupakan profesi paling enak, sebab yang menyembuhkan pasien itu Tuhan, tapi yang mendapat honor malah dokter. Bilapun pasien meninggal dunia padahal sudah ditangani, dokter akan gampang mengatakan bahwa itu merupakan suratan takdir. Sementara montir, bila hasil kerjanya bagus maka akan dibayar, namun bila mobilnya malah tambah rusak, maka dia tidak bisa mengatakan bahwa itu sudah menjadi takdir.
Menurut Bahtiar, pernyataan Arief ini jelas melecehkan profesi tertentu. Dan seharusnya hakim MK fokus saja pada persoalan yang kini dihadapi setelah Akil Mochtar ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Mestinya hakim MK fokus saja pada masalah memperbaiki kredebilitas MK," demikian Bahtiar.
[ysa]
BERITA TERKAIT: