"Tidak mungkin Ustad Hilmi menegur Pak SBY. Memangnya dia siapa negur-negur presiden?" ujar Sutan kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 24/11).
Sutan menyatakan isu Ustad Hilmi menegur SBY sebagai lucu-lucuan yang disebarkan pihak-pihak tak bertanggujawab.
"Itu sih isu untuk bikin sensasi saja. Maklumlah, SBY dan Demokrat ini kan paling seksi untuk diberitakan," tuturnya.
Lebih lanjut Sutan mengimbau agar semua pihak tidak sibuk dengan isu. Yang namanya isu, katanya, sama seperti dunia gelap sehingga tidak usah membicarakannya.
"Masih banyak yang terang-terang seperti tentang pendidikan, kesejahteraan, korupsi dan lain-lain, ngapain membicarakan yang gelap-gelap," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Ustad Hilmi dikabarkan pernah menegur Presiden SBY berkaitan dengan arah kasus suap daging sapi impor yang sedang disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Koruptor. Teguran disampaikan Ustad Hilmi tak lama setelah kasus ini menjadi begitu heboh menyusul pernyataan putranya, Ridwan Hakim, mengenai Sengman Tjahja. Di dalam persidangan Ridwan Hakim mengatakan Sengman yang dititipi uang Rp 40 miliar adalah utusan SBY.
Tapi tak lama setelah kehebohan itu, muncullah tokoh baru dalam sengkarut kasus daging sapi impor ini. Tokoh baru itu adalah Bunda Putri alias Non Saputri.
[dem]
BERITA TERKAIT: