"Bagaimana pun juga demokrasi dan demokratisasi bukan isu yang hanya populer di Indonesia saja, melainkan di seluruh dunia, termasuk di kawasan Asia Tenggara yang sedang berbenah," ujar Ketua Departemen Luar Negeri ProDem, Teguh Santosa, dalam rapat kerja ProDem di Rumah Kebangsaan Nuku Sulaiman di kawasan Liga Mas, Pancoran, Minggu sore (24/11).
"Demokrasi juga ditafsirkan dan dipraktikkan dengan cara yang berbeda-beda. Maka dari itu penting bagi kita untuk terlibat aktif dalam diskursus demokrasi di level internasional," sambung Teguh yang juga Ketua bidang Luar Negeri PP Pemuda Muhammadiyah.
Teguh juga mengatakan, bahwa salah satu pekerjaan besar ProDem adalah membangun tradisi dan menjaga prinsip-prinsip utama demokrasi yang diakui secara universal, seperti penghormatan terhadap hak individu dan perlindungan HAM.
ProDem merupakan salah satu organisasi garda depan dalam proses reformasi Indonesia pada kurun 1998-1999. Pada bulan Oktober 2013 ProDem menggelar Kongres V di Gedung Indonesia Menggugat di Bandung. Dalam Kongres itu mantan aktivis 1998 Firman Tendry terpilih sebagai Sekretaris Jenderal. Sementara Ruswandi terpilih sebagai Ketua Majelis.
[dem]
BERITA TERKAIT: