Begitu disampaikan tokoh muda Melayu, Abdullah Rasyid, di sela perhelatan Jamu Laut di Pantai Sri Mersing, Kecamatan Pantai Cermin, Serdangbedagai, Sumatera Utara, Selasa (19/11).
Abdullah Rasyid yang juga caleg DPR RI mewakili masyarakat Sergai di Dapil Sumut I (Medan, Deliserdang, Sergai, Tebingtinggi) dari PAN nomor urut 4 menginsiasi kegiatan Jamu Laut sebagai bagian dari upayanya melestarikan adat Melayu. Kegiatan Jamu Laut sudah lama tidak diselenggarakan, dan siang tadi sukses diselenggarakan dengan khidmat dan diikuti lima ribu lebih masyarakat.
Abdullah Rasyid mengatakan laut adalah tempat sakral yang wajib dijaga sebagai sumber penghidupan. Seperti yang banyak dikatakan para penggiat lingkungan, jika manusia menjaga alam, maka alam akan menjaga manusia pula.
"Saya orang yang lahir, bersekolah hingga menamatkan kuliah di Medan. Saya sangat berkeinginan menjadikan even adat dan budaya seperti ini menjadi kegiatan rutin tahunan. Bahkan bisa dikreasikan dengan kegiatan lain jika memungkinkan seperti festival budaya," ujar Staf Ahli Menko Perekonomian itu.
Mewakili Kesultanan Negeri Serdang, Datuk Paduka Raja Wazir Batangkuis OK Khaidar Aswan menyampaikan Perhelatan Jamu Laut sebagai bentuk silaturahmi masyarakat dengan kerapatan adat, pemerintah daerah serta para tokoh melayu yang peduli adat. Sosialisasi dan saling bertukar informasi terkait kondisi sosial, budaya dan ekonomi dapat dibicarakan.
Dalam perhelatan Jamu Laut kali ini hadir Ketua Yayasan Kesultanan Serdang Tengku Mira Sinar, Luhak Pantai Cermin Sayuti AS gelar Datuk Godang Setia Pahlawan, Sekretaris Kesultanan Negeri Serdang, Wan Adham Nuch bergelar Datuk Katibul Asrar Amar Diraja serta para pemangku adat lainnya.
Kegiatan yang dimulai dari pembacaan tahtim dan tahlil sejak pagi hari lalu diteruskan dengan upacara adat seperti baiah kepala adat kepada pawing, tepung tawar sampan, pemberangkatan kepala kerbau dan sebagainya. Sembilan pawang bertugas untuk memimpin seluruh rangkaian acara.
Sebelumnya, masyarakat sudah melakukan pemotongan kerbau yang dagingnya untuk disantap bersama oleh warga yang hadir, sedangkan kepala dan tulang belulangnya dihantarkan ke tengah laut untuk dijadikan makanan hewan laut.
[dem]
BERITA TERKAIT: