"Jangan salahkan publik (bila ada dugaan itu)," kata Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Indonesia, Said Salahudin, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 18/11).
Said menilai publik setuju bila kasus upaya penyuapan mobil mewah kepada Muhammad ini harus jadikan sebagai pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya praktik suap-menyuap di lingkungan penyelenggara Pemilu yang dilakukan oleh peserta Pemilu, baik itu parpol, caleg, atau calon kepala daerah.
"Publik harus diberikan jaminan bahwa Pemilu 2014 benar-bebar terbebas dari praktik suap-menyuap," tegas Said.
Beberapa waktu lalu, Muhammad mengaku ada salah seorang utusan ketua partai politik tertentu yang mau mengirimkan mobil camry ke rumahnya. Namun hingga kini Muhammad bisa mengungkap secara terbuka dan transparan siapa ketua partai yang dimaksud.
[ysa]
BERITA TERKAIT: