PERCOBAAN SUAP BAWASLU

Logika Berpikir Ketua Bawaslu Lecehkan Hukum

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 18 November 2013, 10:17 WIB
Logika Berpikir Ketua Bawaslu Lecehkan Hukum
ilustrasi/net
rmol news logo . Alasan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Muhammad, tidak mau melaporkan upaya penyuapan karena sudah memaafkan pelakunya tidak bisa diterima sama sekali.

"Ini adalah preden buruk dan bisa berakibat fatal," kata Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Indonesia, Said Salahudin, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 18/11).

Dengan cara ini, Said yakin pengawas Pemilu di daerah akan mengikuti sikap Muhammad. Dengan demikian, setiap kali ada temuan atau laporan suap kepada penyelenggara Pemilu, mereka juga akan menyelesaikan kasus itu dengan cara yang sama, yaitu memaafkan pelakunya.

"Kalau logika berpikir Ketua Bawaslu itu diikuti, lantas apa pentingnya hukum? Buat apa kita punya KPK?" tegas Said.

Beberapa waktu lalu, Muhammad mengaku ada salah seorang utusan ketua partai politik tertentu yang mau mengirimkan mobil camry ke rumahnya. Namun hingga kini Muhammad bisa mengungkap secara terbuka dan transparan siapa ketua partai yang dimaksud. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA