KH. Jalaluddin Rakhmat: Tidak Ada Agenda Lain di Balik Peringatan Asyura

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 13 November 2013, 10:18 WIB
KH. Jalaluddin Rakhmat: Tidak Ada Agenda Lain di Balik Peringatan Asyura
kang jalalluddin/net
rmol news logo . Bagi muslim Syi'ah, bulan Muharram merupakan bulan penuh duka. Di bulan ini, cucu dan keluarga Rasulullah SAW dibantai penguasa tiran.

Kamis besok (14/11), bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1435 Hijriyah, Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI), salah satu organisasi resmi bagi muslim Syiah di Indonesia, akan menggelar peringatan duka, atau majelis adza, untuk mengenang perjuangan Imam Husain di Karbala. Acara yang akan digelar di Bandung ini akan dihadiri sekitar 5 ribu jamaah Syiah yang tersebar di Jawa Barat serta perwakilan dari provinsi yang lain.

"Acara ini hanya pertemuan biasa saja, antara sesama kaum syiah dari seluruh Indonesia. Tak ada agenda lain," kata Ketua Dewan Syura IJABI, KH Jalalludin Rakhmat, saat dihubungi beberapa saat lalu (Rabu, 13/11), sambil mengatakan bahwa rangkaian acara terdiri dari pembacaan ayat suci al-Quran, shalawat, pembacaan riawayat hidup Imam Husein serta pembacaan maqtal atau kisah-kisah menjelang pembantaian.

Dalam Syiah, acara yang digelar IJABI ini dikenal sebagai peringatan Asyura, yang merupakan peringatan untuk mengenang terbunuhnya cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husein bin Ali, di Karbala, Irak. Tragedi itu terjadi pada 10 Muharram 61 Hijriyah, bertepatan dengan tanggal 10 Oktober 680 Masehi.

Waktu itu, kekuasaan Islam berada di tangan yang dzalim dan berada di bawah kepemimpinan Yazid bin Mua'awiyah. Imam Husein dan keluarga Nabi Muhammad SAW tidak bisa membiarkan kepemimpinan Islam jatuh kepada tangan tiran. Mereka lalu berangkat dari Madinah menuju Mekkah.

Setelah menggelar khutbah kepada jama'ah haji di Mekkah untuk sebuah revolusi memperbaiki agama kakeknya, Imam Husein dan keluarganya berangkat menuju Karbala. Di Karbala, mereka yang berjumlah sekitar 70 orang dicegat oleh pasukan Yazid bin Mu'awiyah yang berjumlah ribuan.

Setelah bertahan beberapa hari, tepat tanggal 10 Muharram, akhirnya keluarga Nabi Muhammad SAW itu dibantai dengan kejam. Yang tersisa cuma kaum perempuan dan salah satu putera Imam Husein yang masih kecil dan sakit, Ali Zainal Abidin. Sementara itu, kepala Imam Husein dipenggal dan diarak dari Karbala hingga ke Damaskus di Suriah. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA