Indonesia akan Jembatani Perbedaan Kepentingan Negara Berkembang dan Maju

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Sabtu, 09 November 2013, 22:46 WIB
Indonesia akan Jembatani Perbedaan Kepentingan Negara Berkembang dan Maju
rmol news logo Indonesia akan berupaya menjembatani perbedaan kepentingan antara negara berkembang dan negara maju dalam pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Bali bulan Desember mendatang. Perbedaan kepentingan tersebut sangat terasa pada paket pertanian dan perdagangan.

Tekad ini disampaikan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dalam acara  Indonesian ASEAN Student Conference di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Sabtu pagi (9/10).

Dalam keterangan yang diterima redaksi, Gita mengatakan, pertemuan menteri perdagangan negara-negara anggota APEC yang lalu menghasilkan kesepakatan yang akan dibawa dalam pertemuan negara anggota WTO. Diharapkan pertemuan WTO itu akan menghasilkan "Paket Bali" yang menguntungkan semua negara anggota WTO.

Negara-negara berkembang, sebutnya, menginginkan proteksi demi menjamin ketersediaan pangan untuk warganegara, termasuk dengan menimbun cadangan pangan. Tetapi kelompok negara maju keberatan dengan hal ini.

Perbedaan ini, sebut Gita, tentu harus dijembatani dan dicarikan titik temunya. Dia mengingatkan, WTO adalah wadah untuk mengkomunikasikan dan menjembatani perbedaan kepentingan sesama anggota. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA