Tekad ini disampaikan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dalam acara Indonesian ASEAN Student Conference di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Sabtu pagi (9/10).
Dalam keterangan yang diterima redaksi, Gita mengatakan, pertemuan menteri perdagangan negara-negara anggota APEC yang lalu menghasilkan kesepakatan yang akan dibawa dalam pertemuan negara anggota WTO. Diharapkan pertemuan WTO itu akan menghasilkan "Paket Bali" yang menguntungkan semua negara anggota WTO.
Negara-negara berkembang, sebutnya, menginginkan proteksi demi menjamin ketersediaan pangan untuk warganegara, termasuk dengan menimbun cadangan pangan. Tetapi kelompok negara maju keberatan dengan hal ini.
Perbedaan ini, sebut Gita, tentu harus dijembatani dan dicarikan titik temunya. Dia mengingatkan, WTO adalah wadah untuk mengkomunikasikan dan menjembatani perbedaan kepentingan sesama anggota.
[dem]
BERITA TERKAIT: