Uji Kompetensi yang Digagas Sutarman Bisa Jadi Fungsi Kontrol Pejabat Polisi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 05 November 2013, 10:37 WIB
Uji Kompetensi yang Digagas Sutarman Bisa Jadi Fungsi Kontrol Pejabat Polisi
sutarman/net
rmol news logo . Selama ini, Polri dianggap sebagai lembaga terkorup. Karena itu, pola uji kompetensi calon Kabareskrim bisa dijadikan sebagai fungsi kontrol terhadap para pejabat Polri yang menduduki posisi strategis agar tidak terlibat korupsi, atau minimal bisa menahan diri.

Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam keterangan tertulis beberapa saat lalu (Selasa, 5/11).

Neta menilai rencana Kapolri Sutarman yang akan melakukan uji kompetensi terhadap calon Kabareskrim patut diapresiasi dan didukung segenap internal Polri. Pola uji kompetensi atau fit proper test ini bisa memperkuat kontrol internal Polri agar pejabat  tidak terlibat mafia kasus, mafia proyek, gratifikasi atau kasus korupsi lainnya.

IPW pun menyarankan agar uji kompentensi tersebut berjalan transparan, dan diharapkan bisa disaksikan publik, khususnya pers, meski hanya lewat layar monitor.

"Jika Sutarman benar-benar komit hendak memberantas korupsi, terutama di internal Polri, uji kompetensi atau fit and proper test ini harus dilakukan secara transparan dan terbuka untuk publik," demikian Neta. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA