Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam keterangan tertulis beberapa saat lalu (Selasa, 5/11).
Neta menilai rencana Kapolri Sutarman yang akan melakukan uji kompetensi terhadap calon Kabareskrim patut diapresiasi dan didukung segenap internal Polri. Pola uji kompetensi atau fit proper test ini bisa memperkuat kontrol internal Polri agar pejabat tidak terlibat mafia kasus, mafia proyek, gratifikasi atau kasus korupsi lainnya.
IPW pun menyarankan agar uji kompentensi tersebut berjalan transparan, dan diharapkan bisa disaksikan publik, khususnya pers, meski hanya lewat layar monitor.
"Jika Sutarman benar-benar komit hendak memberantas korupsi, terutama di internal Polri, uji kompetensi atau fit and proper test ini harus dilakukan secara transparan dan terbuka untuk publik," demikian Neta.
[ysa]
BERITA TERKAIT: