Kegamangan Masih Terasa, Wartawan Indonesia Harus Bantu Persiapan Menuju Pasar Bebas ASEAN

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 01 November 2013, 07:09 WIB
Kegamangan Masih Terasa, Wartawan Indonesia Harus Bantu Persiapan Menuju Pasar Bebas ASEAN
rmol news logo Wartawan Indonesia memegang peranan penting dalam menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) yang dimulai pada 2015 mendatang. Ketika masa itu tiba, baik barang, modal dan jasa serta investasi dari suatu negara anggota ASEAN akan bebas masuk dan keluar ke negara anggota ASEAN lainnya.

Sampai kini masih ada perdebatan mengenai kesiapan Indonesia menyambut pasar bebas ASEAN ini. Ada pandangan yang optimistis bahwa pasar bebas ASEAN merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan major role di kawasan, baik dalam bidang ekonomi maupun sosial dan politik. Sumber daya alam dan jumlah penduduk Indonesia dinilai sebagai modal utama yang sangat signifikan.

Di sisi lain juga ada pandangan yang pesimistis, yang khawatir Indonesia tidak begitu siap dibandingkan sejumlah negara anggota ASEAN lainnya, seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina.

Setidaknya keempat negara itu dianggap memiliki daya saing yang relatif lebih tinggi di atas Indonesia. Mungkin karena ukuran mereka, baik wilayah maupun penduduk, yang lebih kecil membuat konsolidasi ekonomi termasuk pembangunan SDM lebih mudah dilakukan di negara-negara itu.

"Kegamangan masih terasa dan terlihat, baik di kalangan pelaku ekonomi dan juga pengambil kebijakan, terlebih di kalangan masyarakat awam yang masih belum memahami wacana ini. Pada titik inilah wartawan Indonesia harus tampil menjadi elemen yang ikut membantu masyarakat dalam arti luas mempersiapkan diri menyambut era itu," ujar Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Teguh Santosa, di Jakarta, Jumat pagi (1/11).

"Bagaimanapun juga masyarakat ekonomi ASEAN akan menjadi keniscayaan, apakah kita suka atau tidak suka. Jurnalis Indonesia harus melibatkan diri pada dialog mengenai hal ini. Reportase mengenai berbagai hal yang masih perlu kita tingkatkan (dalam menyambut AEC 2015) saya kira akan membantu kita semua untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin," kata Teguh yang juga mengajar di jurusan Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Teguh juga berharap pusat pendidikan wartawan ASEAN yang akan dideklarasikan dalam Hari Pers di Bengkulu bulan Februari 2014 mendatang dapat menjadi salah satu sarana mendorong keterlibatan wartawan Indonesia dalam kadar yang lebih intens menyambut era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

Rencana pembentukan pusat pendidikan wartawan ASEAN disampaikan Ketua Umum PWI Margiono dalam rapat pleno yang digelar kemarin (Kamis, 31/10). Pusat pendidikan itu direncanakan dibangun di Palembang.

Sementara Sekretaris Tetap Konfederasi Wartawan ASEAN (CAJ) Akhmad Kusaeni mengatakan bahwa usul pembentukan pusat pendidikan ini akan disampaikan delegasi PWI yang akan menghadiri Sidang Umum CAJ di Filipina pada pekan ketiga November 2013. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA