Rektor Seminari Mertoyudan di Magelang itu berencana lari sejauh 5 kilometer. Tetapi ia terjatuh di depan Sarinah, Jalan MH. Thamrin, dan meninggal dunia sekitar pukul 6.30 WIB.
Selesai makan malam di Summarecon Mal Serpong sekitar pukul 21.30 WIB (Sabtu, 26/10), Sumarya yang biasa disapa Romo Maryo kembali ke Kolese Kanisius di Menteng, Jakarta Pusat, tempat ia menginap.
Menurut Ketua Gerakan Ekayastra Unmada Putut Prabantoro yang ikut dalam makan malam dengan Romo Maryo, sepanjang jamuan makan malam Romo Maryo terlihat sehat dan baik-baik saja.
"Saya tidak tahu catatan kesehatannya, tetapi tadi malam beliau terlihat sehat sekali dan tertawa-tawa," ujar Putut yang juga alumni Seminari Mertoyudan.
Belakangan Putut baru tahu, bahwa Romo Maryo tidak cukup istirahat malam itu. Setelah sampai di Kolese Kanisius, Romo Maryo tidak langsung tidur.
"Mereka seharusnya bangun jam 4.00, lalu pemanasan jam 4.30, dan selanjutnya ke Monas (tempat start Jakarta Marathon 2013). Tetapi sampai jam 2.00 lebih (Minggu, 27/10) beliau belum tidur karena masih mendistribusikan renungan harian," sambung Putut.
"Artinya, beliau tidak cukup istirahat ketika marathon dimulai," demikian Putut.
[dem]
BERITA TERKAIT: