Ketua Umum Apkasi: Integritas Jadi Syarat Mutlak Kepemimpinan Nasional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 25 Oktober 2013, 10:53 WIB
Ketua Umum Apkasi: Integritas Jadi Syarat Mutlak Kepemimpinan Nasional
isran noor/net
rmol news logo . Persoalan utama bangsa Indonesia saat ini adalah masalah integritas. Dan kini, integritas di republik ini mulai sirna, sehingga banyak persoalan yang terus datang silih berganti.

Karena itu, kata  Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Isran Noor, pemimpin yang kuat dan berintegritas tinggi menjadi syarat mutlak kepemimpinan nasional. Selain itu, bangsa Indonesia juga membutuhkan pemimpin yang mampu menjaga penyebaran pembangunan agar tidak hanya terkonsentrasi ke wilayah tertentu saja.

"Bayangkan, di Papua dan perbatasan Kalimantan, harga semen mencapai dua juta per sak. Padahal ada potensi untuk membangun pabrik semen di daerah-daerah yang akan bisa menurunkan harga semen didaerah," kata Isran saat menjadi pembicara  dalam Diskusi Kebangsaan bertemakan "Dari Kampus Mencari Pemimpin Indonesia" di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (Kamis, 24/10).

Dalam acara yang menghadirkan pembicara Ketua Umum Partai Hanura Dr. Wiranto, Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta, Mantan Walikota Jogjakarta Herry Zuhdiyanto dan dimoderatori oleh Direktur Pol Tracking Institute Hanta Yudha, Isran memaparkan bahwa saat ini dirinya sedang menghadapi gugatan perusahaan asing churchill Inggris yang ingin menguasai tambang dengan semena-mena dan melanggar hukum.

"Saya cabut izinnya, dan mereka tidak terima. Sekarang saya digugat sidang arbitrase internasional, dan itu adalah ujian integritas bagi kita. Bahkan pahlawan-pahlawan devisa kita banyak yang terancam hukuman mati namun tidak ada yang peduli, untuk itu kita harus kembali belajar bangga ,mencintai dan membela bangsa ini," demikian Isran. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA