Karena itu, kata Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Isran Noor, pemimpin yang kuat dan berintegritas tinggi menjadi syarat mutlak kepemimpinan nasional. Selain itu, bangsa Indonesia juga membutuhkan pemimpin yang mampu menjaga penyebaran pembangunan agar tidak hanya terkonsentrasi ke wilayah tertentu saja.
"Bayangkan, di Papua dan perbatasan Kalimantan, harga semen mencapai dua juta per sak. Padahal ada potensi untuk membangun pabrik semen di daerah-daerah yang akan bisa menurunkan harga semen didaerah," kata Isran saat menjadi pembicara dalam Diskusi Kebangsaan bertemakan "Dari Kampus Mencari Pemimpin Indonesia" di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (Kamis, 24/10).
Dalam acara yang menghadirkan pembicara Ketua Umum Partai Hanura Dr. Wiranto, Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta, Mantan Walikota Jogjakarta Herry Zuhdiyanto dan dimoderatori oleh Direktur Pol Tracking Institute Hanta Yudha, Isran memaparkan bahwa saat ini dirinya sedang menghadapi gugatan perusahaan asing churchill Inggris yang ingin menguasai tambang dengan semena-mena dan melanggar hukum.
"Saya cabut izinnya, dan mereka tidak terima. Sekarang saya digugat sidang arbitrase internasional, dan itu adalah ujian integritas bagi kita. Bahkan pahlawan-pahlawan devisa kita banyak yang terancam hukuman mati namun tidak ada yang peduli, untuk itu kita harus kembali belajar bangga ,mencintai dan membela bangsa ini," demikian Isran.
[ysa]