"Langkah yang dilakukan oleh Pemprov DKI sangat tepat, banyak monyet yang disiksa dan diperlakukan tidak baik oleh majikannya. Selain itu penertiban ini juga sangat penting untuk mencegah penyebaran virus rabies," ujar Kepala Bidang Kominfo Gerindra, Ondy A. Saputra dalam rilisnya, Rabu (23/10).
Ondy juga mengapresiasi langkah Pemprov DKI yang memberikan uang sebesar Rp 1 juta kepada pawang monyet sebagai pengganti monyet yang disita, dengan uang ganti rugi tersebut menunjukkan bahwa Pemprov DKI peduli terhadap nasib para pawang monyet, mereka menjadi seperti itu tentunya karena himpitan kemiskinan dan kesulitan mendapatkan lahan pekerjaan.
"Alangkah lebih baiknya lagi jika para pawang monyet tersebut dibina dan diberi keterampilan tertentu sehingga nantinya mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang layak atau bisa mengembangkan usaha di bidang lain. Hal tersebut juga berlaku untuk gelandangan, pengemis, dan anak jalanan," terang Ondy.
Menurutnya, langkah itu sesuai dengan tugas negara yang memelihara rakyat miskin dan anak-anak terlantar sesuai dengan Pasal 34 UUD 1945. "Langkah Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang melakukan pembinaan terhadap gelandangan, pengemis, dan anak jalanan dengan menjadikan mereka petugas kebersihan bisa dicontoh oleh kepala daerah lainnya," demikian Ondy.
Mulai pekan ini, Pemprov DKI Jakarta di bawah pimpinan Jokowi-Ahok akan melakukan penertiban terhadap topeng monyet. Penertiban tersebut merupakan bagian dari rencana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk menjadikan Ibukota bebas dari topeng monyet pada 2014. Monyet yang dirazia petugas Satpol PP nanti akan dipindahkan ke Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta.
[rus]
BERITA TERKAIT: