Rencana Mogok Nasional Ribuan Buruh Terus Dimatangkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 18 Oktober 2013, 09:59 WIB
Rencana Mogok Nasional Ribuan Buruh Terus Dimatangkan
ilustrasi/net
rmol news logo . Rencana ribuan buruh untuk menggelar aksi mogok nasional terus dimatangkan.

Hari ini (Jumat, 18/10), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan kembali mematangkan rencana ini melalui pertemuan dan jumpa pers. Acara yang akan digelar di Hotel Mega di Jalan Proklamasi ini juga akan menjelaskan peringatan Decent Work Day pada 21 Oktober mendatang.

Menurut Presiden KSPI, Said Iqbal, ada beberapa isu yang menjadi perhatian buruh hingga saat ini. Pun demikian dengan tutuntan kaum buruh yang hingga saat ini belum dilaksanakan pemerintah.

"Yaitu upah naik 50 persen, hapus outsourcing, dan jaminan sosial seluruh rakyat Indonesia," kata Presiden KSPI, said Iqbal, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 18/10).

Sebelumnya, Iqbal juga menolak Inpres No 9/2013 tentang Pengaturan Upah Minimum. Menurutnya, Inpres ini melanggar Konvensi International Labour Organization (ILO) No 87 dan No 98 serta bertentangan dengan UU No 21/2000 tentang serikat pekerja.

"Inpres ini juga berpotensi melanggar HAM karena dalam Inpres tersebut memerintahkan polisi turut campur dan terlibat dalam proses penetapan upah minimum," tegas Iqbal. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA