Karena itu, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mendesak pemerintah untuk mengubah paradigma dalam pembangunan pertanian. Paradigma lama yang bertumpu pada produktivitas harus mulai diimbangi dengan upaya-upaya politik yang berorientasi pada kesejahteraan kaum tani.
"KAMMI juga mendesak ada desain pembangunan pertanian yang integral dan menyangkut berbagai sektor, khususnya industri. Pemerintah juga harus memperdalam riset pertanian nasional dan kajian ulang sebagai basis data untuk menentukan kebijakan pertanian masa depan," kata Arif beberapa saat lalu (Rabu, 16/10).
Hal lain yang juga mendesak dilakukan pemerintah, lanjut Arif, adalah melakukan operasi pasar dan penentuan kebijakan harga pangan dengan tidak mengikuti harga pasar bebas untuk menstabilisasi harga pangan. Monopoli industri komoditas pertanian yang dikuasi oleh perusahaan pertanian asing harus segera dihentikan.
"Segera lakukan tindakan pencegahan terhadap tindak illegal
unreported and unregulated fishing dan memperhatikan kesejahteraan serta sarana dan prasarana nelayan tradisional, serta segera melaksanakan reforma agraria agar para petani tak lagi menjadi buruh tani dan budak dinegeri sendiri," demikian Arif.
[ysa]
BERITA TERKAIT: