"Publik akan menilai SBY, dengan meminjam bahasa anak muda sekarang, melihat lebay. Publik akan semakin tidak respek pada SBY," kata pengajar komunikasi politik di Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 11/10).
Ari sendiri tidak yakin bila Bunda Puteri itu merupakan sosok yang menjadi bagian dari lingkar dalam SBY. Dan tentu saja, SBY juga pasti tidak sembarangan mengatur soal reshufle kabinet dengan melibatkan Bunda Puteri.
"Memang siapa Bunda Puteri itu? Menko bukan, menteri pun tidak. Atau jangan-jangan menjabat Pentil Kecakot alias penjaga tilpun kecamatan kota," ungkap Ari.
Ari, yang juga pengajar di Pasca Sarjana UI ini, juga mengatakan bahwa hampir semua tersangka kasus korupsi yang terancam hukuman berat selalu "bernyanyi" bahwa ada pihak lain yang lebih kuat atau lebih berpengaruh terlibat dalam kasusnya.
"Mana ada sih terdakwa yang masuk penjara tidak ngajak-ngajak pihak-pihak yang lain?" demikian Ari.
[ysa]
BERITA TERKAIT: