Tujuannya, untuk meminta kepada KPU supaya meninjau kembali hasil seleksi calon komisioner KPU Kabupaten Tapanuli Tengah. Terlebih prosesnya kini telah memasuki 10 besar
Koordinator AMM Supriadi Djae mengaku mendapat masukan dari segenap Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Tapteng agar KPU tidak meloloskan nama Syukriansah Sihotang. Lantaran, orang ini dalam pandangan Aisyiyah memiliki
track record yang buruk selama menjadi anggota Panwaslu Tapteng.
"Kata ibu-ibu Aisyiyah, yang bersangkutan juga diduga ikut kampanye terselubung dalam pemenangan kakak kandungnya, Syahrial, untuk menjadi anggota legislatif pada pemilu 2014," terang pria yang akrab disapa Sudja ini dalam rilis yang diterim redaksi (Jumat, 11/10).
Tidak hanya itu, Syukriansah Sihotang juga diduga berpihak kepada salah satu calon saat Pemilukada Bupati Tapanuli Tengah tahun 2011. Padahal saat itu ia tengah menjabat sebagai anggota Panwaslu yang seharusnya bertindak netral.
"Ini bisa dibuktikan dengan ditolaknya kesaksian beliau di Mahkamah Konstitusi pada persidangan sengketa 2011," lanjut pria yang juga menjabat sebagai salah satu Ketua lembaga ortom Muhammadiyah itu.
Dikatakan Sudja, bahwa penolakan ini dilakukan demi menjaga marwah independensi KPU. Serta menjamin adanya pemilu berkualitas, karena disokong oleh komisioner yang berintegritas di tiap daerah.
"Akhirnya, atas nama Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah, kami meminta kepada KPU untuk tidak meluluskan Syukriansah Sihotang menjadi anggota KPU daerah Tapanuli Tengah, agar tidak menciderai pemilu yang independen dan bermartabat," demikian tegas Sudja.
Aksi ini sedianya akan dilaksanakan usai Salat Jumat hingga sore hari dan diikuti ratusan anggota AMM yang akan berkumpul di depan halaman KPU.
[ysa]
BERITA TERKAIT: