Trisakti Gelar Petroweek untuk Bangun Jaringan Perminyakan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 04 Oktober 2013, 06:49 WIB
Trisakti Gelar Petroweek untuk Bangun Jaringan Perminyakan
ilustrasi/net
rmol news logo . Untuk memperkenalkan dunia perminyakan kepada remaja maupun mahasiswa, Society of Petroleum Engineers (SPE) Student Chapter Universitas Trisakti kembali menggelar sebuah acara tahunan yang bertajuk Petroweek 2013. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk membangun sebuah jaringan dunia kerja dalam bidang perminyakan.

"Rangkaian acara yang bertama Toward One Step Ahead Petreleum Engineers In Oil and Gas Industries ini terdiri dari SPE Goes To School, Mangrove Reforestastion, Soft SKill Training, Technology Seminar, Career Development & Motivation Session dan SPE Proffesional Team Building," kata Project Officer Petroweek 2013, Fajar Dwi Nurcahyo, saat ditemui disela-sela acara tersebut, Kampus Usakti, Kamis (3/10)

Acara ini digelar mulai dari tgl 26 September– 5 Oktober 2013. Pada Pre-eventnya mereka mendatangi sekolah-sekolah di Jakarta, diantaranya ke SMA 6 Jakarta, SMA 115 Jakarta dan Lab School untuk  memperkenalkan dunia perminyakan kepada para siswa yang nantinya akan menjadi mahasiswa sehingga mereka sedikit mengenal industri minyak dan gas.

Sedangkan pada main event yang dilakukan mulai tanggal 3-5 Oktober, Fajar mengungkapkan bahwa kali ini pihaknya berhasil menghadirkan para mahasiswa yang berasal dari 3 Universitas dari luar Indonesia dan 7 Universitas dari dalam negeri.

"Untuk universitas yang dari luar, yaitu University Technology Petronas Malaysia, University Technology Malaysia  dan Palawan State University Filipina, sedangkan yang dari Indonesia diantaranya adalah Universitas Islam Riau, UI, ITB Bandung , UPN Jogja, UGM, dan, ITS surabaya," ujarnya, sambil mengatakan bahwa ia juga mengundang mahasiswa dari jurusan perminyakan dan geologi, tujuannya selain membangun koneksi dan jaringan, juga untuk membuka wawasan bahwa oil and gas industries itu tidak sekedar berbicara mengenai minyak.

Selain seminar, salah satu kegiatan dalam Petroweek kali ini adalah menanam kembali 300 bibit mangrove di Pantai Indah Kapuk. Program menanam ini merupakan penanaman keenam kali, karena dalam industri minyak ini juga harus ada penanggulangan limbah secara fisik.

"Mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, dengan berperan sebagai perangkap zat-zat pencemar dan limbah, oleh karenanya kami menilai bahwa mangrove merupakan salah satu komponen yang harus diperhatikan dalam industri minyak ini," demikian Fajar. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA